Suap itu ditujukan agar membeli zat additif tetra ethyl lead atau TEL yang dipakai untuk bensin bertimbal, melalui agen mereka di Indonesia.
Dalam dakwaannya, badan anti korupsi Inggris, Serious Fraud Office, seperti dikutip dari BBC mengatakan uang suap itu membuat penghapusan bensin bertimbal di Indonesia menjadi tertunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim juga sudah menyatakan penalti keuangan yang akan dikenakan kepada Innospec tidak akan melebihi US$ 12,7 juta. Pengadilan akan memutuskan apakah bentuk penalti keuangan itu berupa penyitaan atau denda.
Dakwaan itu secara terinci menyebut sejumlah mantan pejabat Pertamina, BP Migas dan Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.
Di antara nama yang disebut adalah mantan Dirjen Migas di Departemen ESDM yang kemudian menjadi kepala BP Migas, Rachmat Sudibyo. Dakwaan itu menyebutkan bahwa Rachmat menerima komisi sebesar US$ 265.000 pada tahun 2001 dan US$ 295.150 pada tahun 2002. Dalam wawancara dengan BBC, Rachmat Sudibyo membantah telah menerima uang suap.
Periode yang diselidiki pengadilan Inggris adalah antara 14 Februari 2002 sampai 31 Desember 2006. Dalam kurun waktu itu, Innospec berhasil menjual TEL senilai US$ 170 juta kepada Pertamina, dan membayar komisi sebanyak US$ 11 juta yang sebagian dipakai untuk pembayaran suap.
Badan antikorupsi Inggris juga sedang bekerjasama dengan polisi di Cheshire, Inggris utara, untuk melakukan penyelidikan pidana menyangkut keterlibatan sejumlah mantan eksekutif Innospec.
Innospec merupakan perusahaan pemroduksi TEL yang masih ada di dunia. Komponen TEL dicampur dalam bensin untuk membuat kendaraan berjalan dengan mulus. Namun TEL juga dikenal sangat berbahaya bagi manusia. (qom/dnl)











































