BUMN Cari Utang Rp 133 Triliun di 2010

BUMN Cari Utang Rp 133 Triliun di 2010

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2010 14:36 WIB
BUMN Cari Utang Rp 133 Triliun di 2010
Jakarta -

Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat mencari utang sebanyak Rp 133 triliun untuk kebutuhan investasi tahun 2010. Total kebutuhan dana investasi seluruh perusahaan pelat merah mencapai Rp 190 triliun.

Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, kebutuhan utang tersebut akan dicari melalui berbagai cara, bisa melalui pinjaman perbankan maupun menerbitkan surat utang atau obligasi.

"Tahun ini kita (BUMN) siap investasi Rp 190 triliun. Kalau dihitung rata-rata sebanyak 30 persen pasti pakai uang sendiri, sisanya dari pinjaman," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (26/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, Kementerian BUMN tidak akan memberikan instruksi khusus mengenai penggunaan dana investasi tersebut, semuanya diserahkan kepada masing-masing BUMN. Kementerian BUMN hanya akan menerima laporan penggunaan dananya dari seluruh perusahaan pelat merah.

"Yang namanya bisnis kalau masih bisa pakai uang orang lain, ngapain pakai uang sendiri," kata Said.

Ia menambahkan, tahun ini BUMN yang paling banyak menelan dana investasi tahun ini adalah PT PLN (Persero). BUMN listrik itu masih akan banyak melakukan pembangunan insfrasturktur, terutama pembangkit listrik di berbagai wilayah nusantara tahun ini.

Setelah itu disusul oleh beberapa BUMN minyak dan gas serta BUMN semen sebagai komoditas pendukung infrastruktur. Selain itu, beberapa BUMN karya (infrastruktur) juga diperkirakan akan berinvestasi cukup besar tahun 2010 ini, seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Keduanya, tidak hanya akan berinvestasi di dalam negeri tetapi juga hingga keluar negeri. "Khusus untuk investasi di Timur Tengah, mereka pasti sudah meneliti resikonya. Kalau memang resiko besar, berarti untungnya harus besar," ujarnya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads