"Rahmat Sudibyo (Mantan Dirjen Migas) dan Suroso (mantan Direktur Pengolahan Pertamina) harus dibawa ke KPK, jangan menutup-tutupi pejabat yang korup," ujar Sekretaris Jendral TI Indonesia, Teten Masduki dalam konferensi pers di kantor Transparency International Indonesia, jalan Senayan bawah No. 17, Jakarta, Jumat (26/3/2010).
Teten mengakui, sebenarnya pihaknya telah beberapa kali melaporkan kasus ini kepada KPK, namun masih belum mendapatkan respons. Namun dengan adanya, keputusan Pengadilan Southwark Crown yang menyatakan Innospec Ltd terbukti menyuap pegawai PT Pertamina (Persero) dan pejabat pemerintahan lainnya, hal itu dapat dijadikan KPK sebagai bahan untuk mengusut kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teten juga meminta kepada Direktur PT Pertamina Karen Agustiawan dan Kepala BP Migas, R Priyono berinisiatif mengantarkan Rahmat Sudibyo dan Suroso Atmo Martoyo ke KPK. Bahkan, Ia mengaku telah mengirimkan surat ke Karen maupun Priyono terkait hal ini
Â
"Sebaiknya Bu Karen dan Pak Priyono antarkan dua orang itu. Ini Semacam menagih komitmen Bu Karen yang mau melakukan reformasi besar-besaran di tubuh Pertamina," ungkapnya.
"Kalau ini sampai dilindungi akan rugikan image bisnis Pertamina sendiri," tambahnya.
Seperti diketahui, Pada 18 Maret 2010, Innospec Ltd telah divonis bersalah oleh Pengadilan Southwark Crown setelah terbukti menyuap pegawai PT Pertamina (Persero) dan pejabat pemerintahan lainnya agar mempertahankan penggunaan zat tambahan tetraethyl lead (TEL) atau timbal dalam memproduksi bahan bakar.
Innospec Ltd adalah anak perusahaan dari Innospec Inc, perusahaan yang berbasis di Amerika yang merupakan penghasil TEL. innospec Ltd sendiri berbasis di Ellesmere Port, Chesire, Inggris dan dipercaya merupakan penghasil TEL terakhir di dunia.
TEL tidak dapat dijual di Eropa atau Amerika untuk digunakan pada kendaraan berotor atas alasan kesehaan dan lingkungan, namun perusahaan ini terus memproduksinya dan menjual TEL di wilayah-wilayah yang belum mengharamkannya, termasuk Indonesia pada saat itu.
Agar dapat melakukan bisnis di Indonesia, Innospec Ltd menggunakan makelar yang mengusahakan agar Pertamina tetap menggunakan TEL dalam produksi bahan bakar.
Â
Selama 14 Februari 2002-31 Desember 2006, Innospec Ltd mengucurkan dana US$ 11,7 juta antara lain digunakan untuk menyuap pejabat Pertamina dan pemerintah lainnya agar dapat menggolkan pembelian TEL dari Inndospec Ltd diatas bahan bakar tanpa timbal.
Selain biaya suap (komisi), Innospec Ltd juga membuat dana-dana ad hoc untuk menindaklanjuti kepentingan ini kepada pehabat berpengaruh di Pertamina atau politikus DPR.
Salah satunya dana khusus untuk mengamankan penggunakan BB (Bensin Bertimbal) untuk para pejabat tinggi di beberapa Kementerian di Indonesia agar dapat menahan penerbitan regulasi pelaragan BB dengan timbal dan dapat tetap menerukan pasokan TEL ke Pertamina.
(epi/qom)










































