Ditjen Pajak: Reformasi Birokrasi Tidak Gagal, Tapi Tercederai

Ditjen Pajak: Reformasi Birokrasi Tidak Gagal, Tapi Tercederai

- detikFinance
Jumat, 26 Mar 2010 18:59 WIB
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak membantah telah gagal dalam melakukan reformasi birokrasi di aparat pegawai pajak menyusul terungkapnya kasus makelar pajak sebesar Rp 25 miliar yang melibatkan pegawainya, Gayus Tambunan.

Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Ditjen Pajak Bambang Basuki mengatakan jika mengacu pada kasus reformasi birokrasi yang terjadi di negara-negara maju, reformasi birokrasi berlangsung selama puluhan tahun bahkan saratus tahun.

"Apakah reformasi gagal, saya katakan tidak," tegas Bambang dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (26/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak reformasi jilid pertama tahun awal 2007 lalu, pihak kementerian keuangan telah mempercepat proses reformasi di tubuh pengumpul uang negara tersebut. Namun kata dia, jika dikatakan saat ini reformasi perpajakan belum sempurna ia mengakui hal tersebut.

"Apakah sudah sempurna, saya katakan belum, karena itu ada  yang namanya kisda.

Dikatakannya, kekurangan dalam sistem  maupun orang, itu sangat bisa terjadi. Sehingga langkah penyempurnaan sangat penting.

"Kepada seluruh wajib pajak silahkan tanyakan, sudah berubah atau tidak," katanya.

Hal yang sama disampaikan Dirjen Pajak M. Tjiptardo, yang menegaskan kasus Gayus bukan lah kegagalan reformasi birokrasi di perpajakan, namun hanya mencederai korps pajak.

"Reformasi gagal? Nggak yah, tapi tercederai," katanya.


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads