"Kita kan nggak ngerti dia masih di dalam atau di luar, teorinya begini, orang Indonesia apalagi orang kecil kayak dia mana bisa tinggal lama di luar. Kalau uangnya habis di sana, apa dia nggak pulang," sindirnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (26/3/2010).
Selain itu, Tjiptardjo mengatakan, Gayus tidak akan bertahan lama tinggal di negeri orang karena banyak pihak yang memburunya. "Yang buru dia kan banyak, nggak cuma kita doang. Pasti diuber dan hidup nggak tenang. Percaya deh sama saya, dia pasti kembali," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buper (bukti permulaan) juga sudah dimulai, walau sekarang orangnya tidak ketahuan rimbanya. Tapi nggak apa-apa, kalau suatu saat ketemu orangnya langsung kita proses. Data-data sudah ada, SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) sudah ada, pidana pajaknya akan kita kejar," jelasnya.
(nia/dnl)











































