"Kami memperkirakan pada Maret akan terjadi deflasi 0,24%, dengan kontribusi terutama berasal dari penurunan harga-harga makanan," jelas Helmi Arman, ekonom dari Bank Danamon dalam review inflasinya yang dikutip detikFinance, Sabtu (27/3/2010).
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir pada Februari 2010 terjadi inflasi sebesar 0,3%. Besaran inflasi kumulatif Januari-Februari 2010 1,14%, sementara inflasi year on year pada Februari 2010 adalah 3,81%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan pemerintah menunjukkan harga beras sudah turun menjelang masa panen. Harga gula internasional juga turun hingga 20% selama month to month seiring peningkatan produksi global. Ini mungkin akan segera diikuti oleh harga gula domestik," jelas Helmi.
Penurunan harga komoditas ini, lanjut Helmi, diprediksi juga akan memicu penurunan inflasi inti dari bulan lalu yang sebesar 3,9%. Inflasi inti diprediksi tetap stabil tanpa kehadiran tekanan inflasi dari permintaan yang kuat.
Dengan proyeksi angka inflasi tersebut, BI diprediksi akan mempertahankan BI Rate di kisaran 6,5% pada pertemuan 6 April mendatang.
"BI saat ini sepertinya tidak terlalu khawatir tentang inflasi," ungkap Helmi.
Helmi juga mperkirakan selama Februari 2010, surplus neraca perdagangan masih tetap akan ada namun angkanya bisa menyusut dari US$ 2,03 miliar menjadi US$ 1,75 miliar.
"Kami memperkirakan ekspor akan turun sedikit lebih rendah untuk month to month, sementara impor mungkin akan naik sejalan dengan pemulihan bertahan dari permintaan domestik," pungkas Helmi.
(qom/qom)










































