Menurut Direktur Energi Primer PLN Nur Pamuji, pembelian pasokan gas baru ini dalam rangka konversi energi dari yang sebelumnya memakai BBM menjadi gas secara bertahap.
"Ini kan solusi jangka panjang. Kan kalau cari gas itu perlu waktu, enggak bisa cepat-cepat," katanya di sela Raker Kedeputian PISET BUMN di kantor pusat PLN, Jakarta, Sabtu (27/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling banyak untuk BBM sekitar Rp 40 triliun," ujarnya.
Menurutnya, pasokan gas yang akan dibeli perseroan tahun ini sebagian akan mengalir langsung tahun ini, sementara sisanya akan ada yang baru mengalir tahun 2011 mendatang.
Ia menambahkan, di tahun 2010 nanti, PLN juga akan mulai menikmati gas dari floating storage receiving terminal (FSRT) dari anak usaha patungan PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Jawa Barat dan di Sumatera Utara.
(ang/qom)











































