Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, pihaknya memfasilitasi dengan cara akan menghubungi beberapa perusahaan lokal yang tertarik bekerja sama dengan Doosan.
"Mereka (Doosan) ingin bangun double tracking di sebelah track yang ada dari Tanjung Enim ke Srengsem," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Feasebility studies-nya belum diajukan, karena ini baru pembicaraan awal. Bisa saja nanti b to b (business to business) seperti PTBA (PT Bukit Asam Tbk) dan China Railway," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya sudah menyempatkan diri ke Korea Selatan dalam rangka pembicaraan bilateral dengan Pemerintah Korea Selatan guna pengembangan jaringan kereta api di Indonesia.
Selain pembangunan rel, lanjut Tundjung, Doosan juga tertarik untuk dapat menawarkan jasa angkutan batubara kepada PTBA. Beberapa waktu lalu, PTBA telah menandatangani kontrak Enginering, Procuremente and Construction (EPC) dan Kontrak Operator and Maintenance (O&M) dengan China Railway Group Limited.
Sebelumnya, menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, BUMN tambang itu bakal memiliki partner baru dalam pembangunan rel kereta api di Tanjung Enim. Namun Mustafa tidak menyebutkan identitas calon mitra strategis tersebut.
(ang/dnl)











































