"Memang belum ada hasil yang mengembirakan, memang kita belum siap mengajukan sesuatu untuk kepentingan dalam negeri," kata Pjs Ketua Umum Kadin Adi Putra Tahir saat ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (5/4/2010).
Adi mengatakan sebagai perwakilan Kadin, pihaknya menghendaki agar renegosiasi diperluas pada hal yang lebih komprehensif, yaitu tidak hanya sebatas pada barter sebanyak 228 pos tarif. Namun kata dia renegosiasi harus mengacu pada target yang lebih luas yaitu untuk kepentingan perluasan lapangan kerja dan pengembangan industri nasional (pengembangan sektor hilir) di Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini penting, supaya tanggal 23 April (Kedatangan PM China) itu ada yang kita minta," katanya.
Selain itu juga, rencananya besok komisi VI akan membentuk panja AC-FTA, setelah sebelumnya tertunda karena masa reses DPR RI. Pembentukan panja ini bertujuan dalam rangka mengawal pemerintah dalam proses implementasi AC-FTA termasuk proses renegosiasi.
(hen/dnl)










































