"Karena proyek itu masuknya baru kuartal IV-2011. Jadi kalau dikalkulasikan defisitnya masih besar," kata Nur Pamudji di Kantor Pusat PLN,Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (5/4/2010).
Nur Pamudji menyatakan, kehadiran dua FSRT tersebut nantinya hanya akan menambah pasokan gas ke PLTGU Muara Karang, PLTGU Tanjung Priok serta PLTGU Belawan pada September 2011. Sementara pembangkit-pembangkit lainnya seperti PLTGU Muara Tawar masih mengalami defisit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan dengan pasokan gas tahun ini, Nur Pamudji mengakui, pada tahun depan justru angka defisit gas yang dialami PLN lebih besar.
Pada tahun ini konsumsi gas PLN diperkirakan mencapai 2.432 BBTUD, sementara yang tersedia baru 1.471 BBTUD sehingga masih terjadi defisit sebesar 961 BBTUD.
Sementara itu, tahun depan kebutuhan gas perseroan akan mencapai 2.516 BBTUD, namun pasokan yang sudah bisa dipastikan baru 1.401 BBTUD.
Menurut dia, kenaikan jumlah defisit tersebut disebabkan kebutuhan gas untuk pengoperasian pembangkit-pembangkit miliknya meningkat. Selain itu, hal ini juga disebabkan adanya penurunan pasokan gas dari para produsen sebesar 70 BBTUD.
(epi/dnl)











































