"Dengan dicapainya kesepakatan ini, kami yang ditugaskan untuk mengadakan Pembahasan Khusus tersebut telah melaporkan semua hasil ini kepada Bapak Menko Perekonomian. Menurut beliau, dalam waktu dekat akan diselenggarakan Rakor Menko Perekonomian untuk membahas langkah-langkah tindak lanjut yang terkoordinasi untuk mengimplementasikan semua elemen kesepakatan itu," ujar Mari dalam siaran pers, Senin (5/4/2010).
Ketujuh elemen penting yang dihasilkan dalam kesepakatan tersebut antara lain:
- Kedua pemerintah sepakat bahwa Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Strategis yang ditandatangani oleh kedua pemimpin pada tahun 2005 merupakan landasan bagi penguatan hubungan perdagangan dan kerjasama ekonomi kedua negara ke depan. Untuk itu, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan langkah-langkah strategis bagi kepentingan jangka panjang kedua bangsa;
- Untuk mencapai hal itu, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan AC-FTA yang diimplementasikan secara menyeluruh dan saling menguntungkan;
- Kedua pihak akan mengupayakan pertumbuhan perdagangan yang tinggi dan berkelanjutan, sehingga apabila terjadi ketidakseimbangan neraca perdagangan, maka pihak yang surplus wajib melaksanakan langkah-langkah untuk meningkatkan impor dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada mitranya;
- Untuk mengimplementasikan hal tersebut, akan dibentuk kelompok kerja selambat-lambatnya dalam waktu 2 bulan yang akan melakukan analisis data dan informasi perdagangan dua arah dan merekomendasikan langkah-langkah yang diperlukan, dengan prioritas diberikan kepada sektor-sektor yang akan ditentukan kemudian, utamanya besi dan baja, tekstil dan produk tekstil, serta sepatu (catatan: tariff lines dari besi dan baja, tekstil dan produk tekstil serta sepatu mencakup hampir 80% dari 228 tariff lines yang menjadi keprihatinan sektor-sektor di Indonesia);
- Selain menyepakati aspek perdagangan, kedua pihak juga sepakat mengupayakan agar sektor-sektor yang diidentifikasikan itu dan sektor-sektor lainnya yang merupakan prioritas kedua pihak untuk memperoleh dukungan pendanaan kredit dan pinjaman lunak untuk revitalisasi, investasi dan pengembangan lebih lanjut;
- Kedua pihak juga menyepakati untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui berbagai skema yang akan dirumuskan dalam perjanjian terpisah. RRT juga akan mendukung program Indonesia meningkatkan konektivitas antara daerah-daerah dan pulau-pulau di Indonesia; dan
- Kedua pihak sepakat mendorong kerjasama dan dialog di antara asosiasi-asosiasi bisnis di sektor-sektor prioritas kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari mengatakan telah membahas dan menyepakati dengan Menteri Perdagangan China untuk menjaga hubungan perdagangan dua arah yang sehat, maka kedua pihak akan meningkatkan kerjasama di antara pabean kedua negara dan instansi terkait dalam mengatasi impor ilegal yang selama ini telah merugikan industri di Indonesia, terutama UKM di Indonesia akibat importasi barang-barang yang substandar dan murah secara ilegal dari luar negeri.
(dnl/qom)











































