Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto mengatakan tren relokasi atau pengalihan order (New Balance dan Mizuno) dari negara-negara pesaing Indonesia akan memberikan penguatan industri yang padat tenaga kerja ini dalam 20 tahun ke depan.
"Relokasi ini sudah dimulai, di kabupaten Tangerang sekarang sedang 3 pabrik sedang konstruksi. Akhir tahun ini paling tidak terserap 15.000 orang," imbuh Harijanto dalam acara temu pejabat Banten dengan Kepala BKPM di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (6/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pusat industri sepatu di Tanah Air terkonsentrasi di wilayah Sidoardjo (Surabaya) Jawa Timur dan wilayah Banten termasuk Tangerang dan Serang. Di antaranya sebanyak 80% produk sepatu berbasis ekspor berada di wilayah Banten.
Ia mengharapkan tren relokasi ini harus dimanfaatkan secara maksimal, mengingat persaingan investasi antara negara di bidang persepatuan sangat ketat. Namun hingga kini merek-merek terkenal seperti Nike maupun Adidas cukup betah mengorder dari Indonesia.
"Kalau kita tidak manfaatkan ini, negara pesaing kita siap menerima," katanya.
Ia menjelaskan sektor persepatuan sangat padat karya dan pada modal. Menurut hitungan Aprisindo jika ada investasi US$ 30 juta maka sebanyak 6.000-7.000 tenaga kerja akan terserap dengan perolehan devisa US$ 60 juta per tahun dari aktivitas ekspor.
Sementara itu Gubernur Banten Ratu Atut C. mengatakan dengan adanya tambahan lapangan kerja baru ini maka setidaknya akan mengurangi jumlah pengganguran di Banten yang mencapai 6,8 juta orang lebih. Maklum saja, kata Atut, wilayah Banten sudah menjadi wilayah tujuan urbanisasi khususnya wilayah Tangerang dan sekitarnya.
(hen/dnl)










































