Kontraktor-kontraktor tersebut adalah PT. Medco E&P Indonesia (Tarakan), VICO Indonesia, Santos (Sampang) Pty.Ltd, JOB Pertamina-Petrochina East Java, PT Chevron Pacific Indonesia, ConocoPhillips Indonesia, Kodeco Energy Co.Ltd, Pertamina EP, Chevron Indonesia Co, Total E&P Indonesie, ExxonMobil Oil Indonesia Inc, JOB Pertamina-Petrochina Salawati, dan PT. Medco E&P Indonesia (Lematang).
"Kami terus melakukan monitoring ketat agar kontraktor yang memenuhi bisa mempertahankan prestasinya," kata Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Sulistya Hastuti Wahyu dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance, Selasa (6/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulistya mengatakan, pada kuartal I-2010, setidaknya terjadi 71 kali kasus kehilangan kesempatan produksi, seperti adanya penutupan tidak direncanakan (unplanned shutdown), keterlambatan proyek, maupun masalah penerima produksi (offtaker).
"Potensi kehilangan produksi mencapai 20,6 ribu barel per hari," jelas dia.
Dengan kondisi ini, pihaknya berupaya meminimalisir gangguan produksi dan masalah non teknis yang terjadi di lapangan.
"Kalau berjalan lancar, kami optimis target produksi 965 ribu barel per hari bisa terwujud," kata Sulistya.
Berdasarkan data BP Migas hingga 31 Maret 2010, pencapaian produksi minyak dan kondensat sebesar 954,4 ribu barel per hari atau 98.9 persen dari target APBN 2010 sebesar 965 ribu barel per hari. Sedangkan, penyaluran gas bumi mencapai 7.730 juta kaki kubik per hari atau 99.6 persen dari target APBN sebesar 7.758 juta kaki kubik per hari.
"Total produksi setara 2,331 juta barel ekuivalen per hari atau 99.3 persen dari target 2.347 juta barel," ungkap Sulistya.
(epi/dnl)











































