"Sekitar 52% subsidi kita lari ke yang tidak berhak atau kepada mereka yang mampu untuk membayar," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (7/4/2010).
Oleh karena itu, Hatta menyatakan perlu ada pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme pemberian subsidi ini termasuk penurunan anggaran subsidi sebagai kompensasi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada tahun 2009 pemerintah berencana untuk menaikkan TDL, tetapi ditunda. Karena melihat belum mampunya masyarakat Indonesia.
"Kenaikan 10-15% tapi kita tunda, sampai masyarakat kita itu kesejahteraannya meningkat sampai tidak perlu diberi subsidi," jelasnya.
Namun, pihaknya tetap mengusahakan sosialisasi penghematan listrik dan akan menambah biaya terhadap pengguna listrik yang melebihi kapasitasnya. "Ada pemikiran penggunaan sekian persen membayar pada harga dasarnya, lebih dari itu ada penambahannya," ujarnya.
(nia/dnl)











































