Selain itu, World Bank juga memproyeksikan pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,2%.
Demikian disampaikan oleh Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia dalam Enrique Blanco Armas dalam World Bank East Asia and Pacific Update 2010 di Graha Energi, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (08/04/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pertumbuhan investasi juga diharapkan meningkat pada tahun 2010 berkat harga-harga komoditas yang lebih tinggi dan permintaan eksternal.
Di tempat yang sama, Ekonom Utama Asia Timur dan Pasifik Ivalo Izvorski mengatakan total konsumsi pemerintah pada tahun 2010 akan mencapai 8,1%.
"Selain itu, private consumption (Konsumsi Masyarakat) akan mencapai 5,3% dengan dipengaruhi oleh dampak stimulus fiskal, harga-harga komidtas yang cenderung moderat dan pendapatan masyarakat yang meningkat," katanya.
Lebih lanjut Ivalo mengatakan, World Bank mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan I-2010 mencapai 5,7%. "Meningkat jika dibandingkan dengan triwulan-I tahun 2010 sebesar 5,4%," tegasnya.
Ia juga menuturkan secara keseluruhan Asia Timur telah pulih dari krisis perekonomian. "Sebagian besar dikarenakan China, output, ekspor dan pengangguran di wilayah itu sebagian besar telah kembali ke tingkatan sebelum krisis," ungkapnya.
Memimpin di tingkat perekonomian global, lanjut Ivalo, pertumbuhan ekonomi di Asia Timur yang sedang berkembang sepertinya akan meningkat menjadi 8,7% pada tahun 2010. "Setelah sebelumnya mengalami penurunan dari 8,5% pada tahun 2008 menjadi 7,0% pada tahun 2009," tutupnya.
(dru/dnl)










































