Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tahun ini pemerintah menambah anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun menjadi 54,5 triliun.
"Tapi 52% dari dana tersebut dinikmati oleh mereka yang tidak berhak atau dinikmati oleh pelanggan berdaya listrik besar, yang artinya dinikmati masyarakat menengah ke atas," tuturnya dalam workshop Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (10/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pemerintah bukannya menghilangkan subsidi. Makanya jangan asal ngomong pemerintah itu neolib, ini (subsidi) beda hubungan dengan neolib," tandas Hatta.
Pemerintah memerlukan waktu kurang lebih 4 tahun untuk mengubah pola subsidi listrik sehingga tepat sasaran.
(dnl/ang)











































