Namun sebelum hal itu diputuskan, pemerintah akan menyiapkan berbagai infrastruktur sehingga gas cair dari Senoro ini bisa disalurkan ke sentra-sentra industri di kawasan Jawa dan Sumatera.
"Saat ini sumber-sumber gas itu berada jauh dari pusat-pusat pertumbuhan di Jawa dan Sumatera, seperti Donggi-Senoro ini dan juga Masela. karena itu kita harus mengembangkan infrastruktur agar gas ini bisa mengalir ke kawasan-kawasan tersebut," tutur Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam workshop Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (10/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menambahkan, alasan pemerintah mengedepankan kepentingan nasional untuk alokasi gas Senoro ini adalah berdasarkan kajian pasar gas internasional di 2014, saat gas Senoro mulai berproduksi.
Di 2014, pasar gas akan banjir pasokan dari berbagai negara, terutama Qatar dan Papua Nugini. "Jadi kita lihat konteks dunia dalam hal persaingan gas. Karena itu percuma jika seluruh gas ini (Senoro) diekspor. Namun kita harus mempersiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu," tandasnya.
Karena belum jelasnya keputusan proyek Senoro ini, pihak Mitsubishi yang berencana menanamkan investasi US$ 2,5 miliar, mempertanyakan kejelasan pemerintah dalam mengelola proyek tersebut.
(dnl/ang)











































