Dirjen Bea Cukai Minta Nama Aparat 'Nakal' ke PPATK

Dirjen Bea Cukai Minta Nama Aparat 'Nakal' ke PPATK

- detikFinance
Senin, 12 Apr 2010 14:43 WIB
Jakarta - Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata akan meminta nama 10 aparatnya yang ditengarai terlibat dalam transaksi mencurigakan berdasarkan laporan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK).

"Hari ini rencananya mau ke sana (PPATK) tapi terhalang rapat kerja dengan DPR. Bea Cukai sendiri sudah membuat program pengawasan secara individual, karena ada informasi ini, maka akan kita tingkatkan. Nanti Irjen yang akan menindak," tuturnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/4/2010).

Thomas mengatakan, Ditjen Bea dan Cukai saat ini telah memetakan 12 unit kerja yang dinilai rawan. Di kedua belas unit kerja ini akan dilakukan pengawasan yang ketat sehingga tidak ada lagi praktek-praktek penyelewengan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua belas unit kerja yang rawan ini antara lain adalah petugas pemeriksa dokumen, pemeriksa barang, keberatan dan banding, penindakan, penyidikan, dan pemberian izin.

"Semua sudah kita petakan dan melakukan semacam eksaminasi internal mulai 29 Maret 2010. Bea dan Cukai juga sudah membentuk tim penanggulangan penyalahgunaan kewenangan. Tim ini yang akan melakukan pengawasan di titik-titik rawan," katanya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads