27 Perusahaan Antre Bangun Terminal BBM

27 Perusahaan Antre Bangun Terminal BBM

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 12 Apr 2010 16:34 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan sebanyak 27 perusahaan sudah mengantre untuk membangun terminal penampungan BBM swasta. Dari jumlah tersebut sekitar 23 perusahaan sudah diberi restu serta lokasi oleh pemerintah.

"Yang antre kalau enggak salah banyak itu, sampai 27 perusahaan di berbagai lokasi. Yang sudah dipenuhi itu sekitar 23 perusahaan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/4/2010).

Ia mengatakan, saat ini rincian daftar tersebut sudah dipegang oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM. Mustafa menyambut baik rencana tersebut karena rata-rata perusahaan swasta tersebut memiliki teknologi yang cukup bagus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pemerintah sudah meresmikan terminal penampungan BBM impor swasta pertama di Jakarta yang dibangun oleh PT Aneka Kimia Raya Tbk (AKR). Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 250.800 meter kubik (cbm) dan memungkinkan untuk mendistribusikan produk minyak ke seluruh daerah di Jakarta dan sekitarnya.

Rencananya tangki penyimpanan ini akan berkapasitas 450.000 kiloliter, dibangun dalam 2 tahap. Tahap pertama, tangki penyimpanan sebesar 250.800 kiloliter yang akan diresmikan pada hari ini memiliki infrastruktur dua dermaga dengan kapasitas kapal 65 ribu dwt dan 8 ribu dwt.

Dana untuk pembangunan fase IĀ  sekitar US$ 100 juta, sementara untuk pembangunan fase II diperkirakan menelan dana US$ 130-140 juta. Untuk proyek pengerjaannya, perseroan menggandeng Royal Vopak.

Mustafa mengatakan, setelah pembangunan terminal penampungan BBM di Tanjung Priok tersebut pemerintah akan membangun terminal serupa di wilayah Banten. Kapasitasnya diperkirakan sebanyak 200.000 kiloliter.

"Jadi dengan ini kita akan punya terminal 250.000 kiloliter tambah 200.000 kiloliter dari Banten, tambah 300.000 kiloliter dari Pertamina jadi 750.000 kiloliter," ujarnya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads