Lonjakan laba bersih itu terutama berhasil diraup dengan penurunan beban usaha dari Rp 160,597 triliun di 2008 menjadi Rp 135,275 triliun di 2009. Demikian laporan keuangan PLN yang dipublikasikan, Selasa (13/4/2010).
Penurunan beban usaha terbesar berasal dari penurunan bahan bakar dan pelumas dari Rp 107,782 triliun di 2008 menjadi Rp 76,235 triliun di 2009. Namun biaya untuk pembelian tenaga listrik meningkat dari Rp 20,742 triliun menjadi Rp 25,447 triliun di 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun beban pajak perseroan meningkat dari Rp 112 miliar di 2008 menjadi Rp 1,847 triliun di 2009. Dengan demikian, laba bersih per saham PLN di 2009 mencapai Rp 224,6 dibandingkan tahun 2008 yang mencatat rugi bersih per saham sebesar Rp 266,85.
(qom/qom)










































