MS Hidayat Akhirnya 'Berdamai' Soal Renegosiasi AC-FTA

MS Hidayat Akhirnya 'Berdamai' Soal Renegosiasi AC-FTA

- detikFinance
Selasa, 13 Apr 2010 09:24 WIB
MS Hidayat Akhirnya Berdamai Soal Renegosiasi AC-FTA
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat berubah sikap atas hasil renegosiasi ASEAN China Free Trade Agreement (AC-FTA). Jika sebelumnya MS Hidayat menyayangkan keputusan yang telah diambil Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kini Hidayat mengaku bisa menerima.

Perubahan sikap ini tidak lain karena keputusan atau kesepakatan yang telah dihasilkan oleh negosiator dalam hal ini Mendag Mari Elka Pangestu telah disetujui presiden. Sebagai anggota kabinet ia pun menyadari tak mungkin harus melawan arus terus.

"Nggak begitu, karena pemerintah atau presiden sudah menyetujui itu. Tidak bisa lain saya harus masuk," kata MS Hidayat saat ditemui di gedung DPR-RI Senayan, Jakarta, Senin malam (12/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, kata Hidayat, pihaknya menunggu perkembangan selanjutnya dari kesepakatan Indonesia-China terkait renegosiasi ACFTA. Termasuk menunggu pembentukan working group bersama Indonesia-China yang akan dibentuk kedua negara dalam tempo dua bulan kedepan.

Pihaknya juga akan menagih janji China yang akan membantu sektor industri Indonesia yang bakal terkena imbas terburuk dari ACFTA seperti sektor tekstil, baja dan alas kaki.

"Katanya akan dibantu per sektor, saya mau lihat juga baru mau membentuk panitia kerja," katanya.

Hidayat mengingatkan kesepakatan yang telah dihasilkan antara China dengan Indonesia harus ditindaklanjuti dengan upaya relokasi investasi China ke Indonesia sebagai jawaban yang tepat.

Selain itu, adanya kesepakatan trade balance kedua negara dalam menyeimbangkan ekspor-impor masih perlu ditelaah lebih lanjut, mengingat dalam pelaksanaannya tidak akan mudah karena menyangkut supply dan demand.

"Kalau memang renegosiasi sudah diganti dengan kompensasi.  Yang paling realistis mereka mengalokasikan investasi manufaktur, yang bekerjasama dengan mitra lokal memasarkannya ke dalam negeri maupun ekspor itu yang paling prospektif," seru Hidayat.

(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads