Perubahan sikap ini tidak lain karena keputusan atau kesepakatan yang telah dihasilkan oleh negosiator dalam hal ini Mendag Mari Elka Pangestu telah disetujui presiden. Sebagai anggota kabinet ia pun menyadari tak mungkin harus melawan arus terus.
"Nggak begitu, karena pemerintah atau presiden sudah menyetujui itu. Tidak bisa lain saya harus masuk," kata MS Hidayat saat ditemui di gedung DPR-RI Senayan, Jakarta, Senin malam (12/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga akan menagih janji China yang akan membantu sektor industri Indonesia yang bakal terkena imbas terburuk dari ACFTA seperti sektor tekstil, baja dan alas kaki.
"Katanya akan dibantu per sektor, saya mau lihat juga baru mau membentuk panitia kerja," katanya.
Hidayat mengingatkan kesepakatan yang telah dihasilkan antara China dengan Indonesia harus ditindaklanjuti dengan upaya relokasi investasi China ke Indonesia sebagai jawaban yang tepat.
Selain itu, adanya kesepakatan trade balance kedua negara dalam menyeimbangkan ekspor-impor masih perlu ditelaah lebih lanjut, mengingat dalam pelaksanaannya tidak akan mudah karena menyangkut supply dan demand.
"Kalau memang renegosiasi sudah diganti dengan kompensasi. Yang paling realistis mereka mengalokasikan investasi manufaktur, yang bekerjasama dengan mitra lokal memasarkannya ke dalam negeri maupun ekspor itu yang paling prospektif," seru Hidayat.
(hen/qom)










































