ADB: Fundamental Ekonomi RI Kuat, Tapi Tak Cukup Atasi Pengangguran

ADB: Fundamental Ekonomi RI Kuat, Tapi Tak Cukup Atasi Pengangguran

- detikFinance
Selasa, 13 Apr 2010 10:58 WIB
ADB: Fundamental Ekonomi RI Kuat, Tapi Tak Cukup Atasi Pengangguran
Manila - Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2010 akan tumbuh sebesar 5,5% dan meningkat lagi menjadi 6% pada 2011. Proyeksi itu bisa terlampaui jika pemerintah bisa menggenjot investasi sektor infrastruktur.

Demikian proyeksi ADB yang tertuang dalam laporan "Asian Development Outlook 2010" dan dirilis, Selasa (13/4/2010).

"Menguatnya konsumsi swasta dan investasi akan membuat perekonomian Indonesia tumbuh 5,5% di 2010, dari 4,5% pada tahun lalu," demikian laporan dari ADB tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADB menyatakan, resesi global sejauh ini memberikan dampak yang moderat pada perekonomian Indonesia. Aktivitas perekonomian diprediksi semakin cepat pada tahun ini dan bisa kembali ke level sebelum krisis pada tahun 2011, berdasarkan kuatnya permintaan domestik dan kebijakan makro ekonomi yang mendukung.

"Di luar capaian tersebut, meningkatnya investasi di infrastruktur dan meningkatnya lapangan kerja masih menjadi tantangan utama," demikian laporan ADB.

ADB memperkirakan investasi modal akan tumbuh sekitar 6% di 2010 dan meningkat menjadi 9% di 2011. Ekspor netto diprediksi sangat kecil kontribusinya ke PDB karena tingginya ekspor barang dan jasa selalu diikuti dengan tingginya impor.

Ekspor diprediksi tumbuh 11% pada 2010, didasarkan pada proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia dan stabilnya harga komoditas ekspor. Sementara kuatnya permintaan domestik akan meningkatkan impor sekitar 16%. Konsekuensinya, surplus perdagangan pun akan semakin menciut dan diperkirakan mengalami kontraksi menjadi 1,4% PDB pada 2010 dan 0,6% di 2011.

"Meningkatnya aliran modal langsung dan portofolio investasi akan menjaga neraca pembayaran tetap surplus," demikian laporan dari ADB.

ADB mencatat Indonesia telah mencatat rata-rata pertumbuhan ekonomi 5,5% sejak tahun 2004, dengan surplus neraca berjalan yang terjaga, posisi fiskal yang kuat, posisi utang yang berkurang dan cadangan devisa yang terus meningkat. Inflasi juga semakin berkurang dari dua digit pada periode 2005-2006 dengan rata-rata 8,5%.

"Fundamental yang kuat ini telah memberikan dukungan yang baik bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi resesi global. Namun tingkat pertumbuhan yang moderat untuk waktu yang lebih lama tidak dapat menciptakan lapangan yang cukup guna menyerap angka pengangguran terbuka, pengangguran tertutup dan para pencari kerja baru," demikian ADB. (qom/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads