Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan JP Morgan berniat untuk membeli 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara tahun 2010. Perusahaan asal AS itu sudah menggelar pertemuan pemerintah.
"Mereka tertarik untuk masuk di tambang, seperti misalnya Newmont, JP Morgan memprioritaskan diri," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di sela Acara Maluku Investment Day di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (13/4/2010).
Ia mengatakan, Kementerian BUMN sudah melakukan pertemuan dengan perusahaan asal AS itu terkait berbagai rencana investasi JP Morgan, termasuk pembelian saham Newmont tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Newmont telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi 2010 senilai US$ 444.079.808 kepada pemerintah Indonesia. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (US$ 197,279 juta) jika dibandingkan nilai 7% saham divestasi Newmont tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.
Namun, Mustafa mengatakan, pemerintah belum tertarik untuk mengeksekusi saham tersebut.
Seperti diketahui, hasil keputusan arbitrase telah menyebutkan Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan 31% sahamnya kepada pemerintah Indonesia. Adapun 31% saham tersebut terdiri dari 3% saham divestasi jatah divestasi tahun 2006, 7% saham tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010.
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya Multicapital dan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah menguasai 24% saham Newmont.
Incar Bank
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa juga menyatakan JP Morgan tertarik untuk meningkatkan investasinya di Indonesia dengan cara membeli satu bank dalam negeri. Perusahaan asal Amerika Serikat itu juga berniat bekerjasama dengan bank lokal dalam hal penyaluran kredit.
"Mereka tertarik dua-duanya, bisa kerjasama investasi bisa beli saham," ungkapnya.
Ia mengatakan, tidak hanya berniat membeli saham di salah satu bank lokal, perusahaan asing itu juga berniat melakukan kerjasama dalam hal penyaluran kredit.
"Mereka ingin investasi yang sudah ada sekarang lebih ditingkatkan lagi. Kita tahun JP Morgan perusahaan besar," ujarnya.
Kemarin, Kementerian BUMN sudah melakukan pertemuan dengan JP Morgan dalam rangka membicarakan investasinya di Indonesia, termasuk sektor perbankan dan pertambangan.
(ang/dnl)











































