Demikian disampaikan Deputi Sarana dan Prasarana Infrastruktur Deddy Supriadi Priatna usai mengikuti rakor di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/4/2010).
"Diperdalam dulu 1,5 tahun. Saya kira paling cepat feasibility study dulu, 1,5 tahun, terus desain sehingga 2012 awal baru bisa dibangun, pertengahan lah, sehingga selesai 2017-2018," urai Deddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan minggu depan sudah keluar," jelasnya.
Mengenai pembiayaannya, Deddy menyatakan secara pribadi tidak setuju jika melalui utang karena akan memberatkan negara. Namun, keputusan pembiayaannya ini akan ditentukan setelah tim tersebut bekerja.
"Jadi Pak Djoko (Menteri PU)mengatakan kalau bisa sama China, tapi kalau pinjaman US$ 10 miliar, itu besar sekali. Nanti semua gak kebagian. Ini kan diarahkan untuk PPP. Jadi saya kira keputusannya nanti setelah tim ini bekerja, nanti ujungya apakah PPP oleh investor atau pemerintah. Tapi saya pribadi sebagai deputi kalau pinjaman itu terlalu besar, pemerintah harus menanggungnya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Menteri PU Djoko Kirmanto. Menurutnya, tim untuk pembanguna JSS ini sudah dibentuk tetapi belum diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Tim ini untuk menajamkan program dan memperdetail aspek visibilitasnya.
"Kita tajamkan dulu programnya,nantilah mudah-mudahan SBY masih jadi Presiden. bisa dimulai. Iyalah kira-kira seperti itu (pertengahan masa Kabinet Indonesia Bersatu II)," pungkasnya.
(nia/qom)











































