2 Pabrik Pengolahan Kakao Siap Investasi

2 Pabrik Pengolahan Kakao Siap Investasi

- detikFinance
Selasa, 13 Apr 2010 15:24 WIB
Jakarta - Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) memastikan pada tahun ini akan ada 2 investasi baru di pabrik pengolahan biji kakao di Indonesia yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Investasi baru ini imbas adanya pengenaan bea keluar (BK) kakao oleh pemerintah per 1 April 2010.
Β 
"Paling sedikit ada dua dari Singapura dan Malaysia," kata Ketua Umum AIKI Piter Jasman usai menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Soebroto, Selasa (13/4/2010).
Β 
Piter menjelaskan saat ini industri pengolahan kakao di Indonesia hanya sebanyak 5 perusahaan padahal pada tahun 2001 jumlahnya mencapai 40 perusahaan lebih. Pengenaan PPN bagi industri kakao pada waktu itu telah mendorong relokasi pabrik ke Malaysia dan Singapura.
Β 
"Dengan adanya BK akan mendorong investor masuk di sentra-sentra produksi kakao di Indonesia," jelas Piter.
Β 
Sayangnya Piter tidak menjelaskan 2 perusahaan itu siapa saja, namun kata dia jika mengacu pada standar pendirian pabrik di Eropa satu pabrik membutuhkan kapasitas produksi hingga 70.000 ton dengan perhitungan investasi setiap 1.000 ton kakao membutuhkan investasi US$ 1 juta.
Β 
Berdasarkan kondisi 5 pabrik pengolahan kakao saat ini hanya mampu mengolah kakao sebanyak 140.000 ton padahal produksi kakao Indonesia mencapai 400.000-500.000 ton per tahun. Ia optimis dalam waktu 6 bulan ke depan kapasitas terpasang bisa berjalan penuh hingga 300.000 ton karena banyak biji kakao yang diolah di dalam negeri karena adanya BK kakao.
Β 
Ia menambahkan dengan adanya harapan relokasi pabrik pengolahan kakao dari Malaysia dan Singapura termasuk dari pemain lokal maka produksi pengolahan kakao bertambah hingga 400.000 ton dalam beberapa tahun ke depan.
Β 
Piter menuturkan kebutuhan kakao dunia per tahunnya mencapai hingga 3,5 juta ton dengan pertumbuhan permintaan hingga 5% per tahun atau 175.000 ton per tahun. Berdasarkan target pemerintah, hingga tahun 2020 produksi kakao Indonesia bisa mencapai 2 juta ton per tahun.
Β 
"Di negara China empat musim sangat membutuhkan (coklat), tetapi tidak bisa tumbuh (kakao) di sana," jelasnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads