Produksi Duta Palma Ditargetkan Naik Meski Kena Daftar Hitam

Produksi Duta Palma Ditargetkan Naik Meski Kena Daftar Hitam

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2010 16:59 WIB
Jakarta -

PT Duta Palma Nusantara tetap menargetkan kenaikan produksi crude palm oil (CPO) hingga 800.000 ton pada tahun 2010 ini atau lebih tinggi dari tahun 2009 yang hanya 600.000 ton, meski sebulan lalu masuk daftar hitam oleh Unilever karena dituding melakukan kerusakan hutan dalam proses produksi sawit di tanah air.

"Total usaha kita sekitar 100.000 hektar,  target kita 2010 mencoba mencapai 800.000 ton CPO," kata Sekretaris Perusahaan Duta Palma Diyah Sasanti Retnaning dalam acara konferensi pers di kantor Dutapalma, Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Ia mengatakan, dari total produksi Duta Palma yang mencakup lahan 100.000 hektar, sebanyak 60.000 hektar berada di Riau sedangkan 40.000 hektar berada di Kalimantan Barat. Dari jumlah total produksi sebanyak 70% dijual di dalam negeri sedangkan sisanya 30% diekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak Pernah Jual CPO ke Unilever dan Nestle

Diyah menambahkan, hingga saat ini pihak Duta Palma tidak pernah menjual langsung produksi CPO-nya kepada Unilever. Ia juga tidak tahu soal ada kemungkinan produk CPO Duta Palma sampai ke tangan Unilever melalui pihak lain.

"Sepanjang pengetahuan saya, kita tidak jual ke Unilever dan Nestle, kalau secara tidak langsung itu mungkin. Yang jelas kita tidak menjual ke Unilever dan Nestle," katanya.

Ia juga menegaskan, Duta Palma masuk dalam keanggotaan Roundtable Sustainable on Palm Oil (RSPO) sama seperti Unilever. Namun hingga saat ini pihaknya masih belum memperoleh sertifikasi RSPO.

"Sertifikasi masih dalam proses, sedang dalam proses," jelasnya.

Seperti diketahui, Unilever sebulan lalu telah mendaftarhitamkan produksi CPO Dutapalma, dengan menghimbau kepada supplier-supplier Unilever untuk tidak membeli CPO Dutapalma karena dianggap telah melakukan perusakan hutan dalam proses produksi sawit.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads