Kenaikan harga emas diprediksi tidak lagi berkesinambungan karena permintaan perhiasan sudah turun hingga setengah dari total permintaan, sementara rekor pembelian untuk investasi pada satu titik akan turun.
"Ada titik-titik menuju fakta bahwa kita memasuki tahap akhir dari lonjakan harga," ujar Philip Klapwijk, chairman konsultan logam GFMS Ltd seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, harga emas masih akan menghadapi fase bullish dalam 6-12 bulan ke depan. Namun fase terakhir dari siklus kenaikan harga emas dapat bertaham dalam 2-3 tahun ke depan.
"Dan pada akhir tahun, kami percaya harga emas akan mendekati level US$ 1.300," imbuhnya.
Krisis ekonomi global terburuk sejak era Great Depression telah menyebabkan pembelian perhiasan anjlok, sementara permintaan emas untuk investasi melonjak tajam. Klapwijk mengatakan, suplai dan permintaan emas tidak dalam keseimbangan jangka penjang dan harga yang lebih tinggi tidak lah berkesinambuangan.
"Ini bukan lah sebuah landasan pasar yang sehat ketika hal utama yang tradisional di pasar emas yakni permintaan perhiasan berkurang menjadi hanya 40% dari total permintaan," imbuhnya.
Survei emas GFMS menujukkan permintaan perhiasan turun hingga 20% menjadi 1.759 ton akibat lemahnya permintaan akibat resesi. Padahal konsumsi perhiasan biasanya menjadi faktor penentu terbesar, yang merepresentasikan 70% total permintaan emas.
(qom/qom)










































