Jembatan Selat Sunda Dilirik 5 Investor Asing

Jembatan Selat Sunda Dilirik 5 Investor Asing

- detikFinance
Kamis, 15 Apr 2010 12:39 WIB
Jakarta - PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM) yang merupakan konsorsium pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) terdiri dari Pemda Lampung-Banten dan Artha Graha Network menyatakan bahwa proyek JSS setidaknya telah diminati oleh 5 investor asing, yaitu dari China, Jepang, Timur Tengah, Perancis, dan Korea.
 
Direktur Utama BSM Agung Prabowo mengatakan dari sekian investor yang berminat terhadap proyek pembangunan JSS hanya investor China yang benar-benar menunjukan keseriusannya menggarap mega proyek ini.
 
"Mereka (China) sangat tertarik, dan konsen melakukan pembicaraan dengan kita, mungkin mereka bergabung sebelum Feasibility Study," ucap Agung optimis saat ditemui di sela-sela acara Infrastructure Asia 2010 di JIExpo, Kemayoran, Kamis (15/4/2010).
 
Agung menjelaskan saat ini semua investor itu menyatakan minatnya untuk bisa berpartisipasi dan dilibatkan dalam pembangunan JSS. "Banyak yang sudah berminat seperti Timur Tengah, Korea, Jepang, dari Eropa juga ada dari Perancis, tapi yang paling serius China," ungkapnya.
 
Saat ini BSM terus melakukan pembicaraan intensif dengan lembaga keuangan China Development Bank (CDB) dan China Harbour Engineering yang merupakan perusahaan konstruksi terkemuka di China dan memiliki reputasi berskala internasional.
 
Ia mengatakan saat ini juga pihaknya masih konsen menuntaskan feasibility study (FS) pembangunan JSS. Dari hasil Pre-FS sebelumnya disimpulkan pembangunan JSS akan menelan dana kurang lebih US$ 10 miliar atau Rp 90 triliun lebih.
 
"Kita lihat hasil FS, kita pertajam lagi, kita detailkan, hasilnya bisa lebih besar atau kecil dananya," ucapnya.
 
Rencananya JSS mulai dibangun pada tahun 2012 yang ditargetkan selesai pada tahun 2017, jembatan sepanjang kurang lebih 29 km ini akan menghubungkan Pulau Jawa (Anyer) dan Sumatera (Bakauheuni) dilengkapi jalur rel kereta api dan akan memiliki 2 bagian utama konstruksi jembatan gantung.
 
Proyek JSS dikatagorikan sebagai proyek jalan bebas hambatan (tol) melalui Kepmen Bappenas No 47/M.PPN/HK/10/2009 pada tanggal 15 Oktober 2009 yang juga telah ditetapkan sebagai proyek potensial dengan skim pemerintah-swasta (private public partnership/PPP). Pada tanggal 13 Agustus 2009 lalu hasil Pre FS pembangunan JSS telah dikeluarkan oleh konsorsium JSS kepada pemerintah.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads