"Hari ini sudah beroperasi normal meski masih terbatas,kapasitas pelayanan kapal sudah 100 persen," kata General Manager TPK Koja Doso Agung kepada detikFinance, Kamis (15/4/2010).
Ia mengatakan, saat ini gerbang TPK Koja belum bisa digunakan karena masih banyak bangkai mobil yang belum dibersihkan oleh petugas. Manajemen TPK Koja berniat untuk membersihkan bangkai mobil tersebut bersama petugas, esok hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi JICT itu punya 13 gerbang, kita pinjam 4 dan sisanya tetap dipakai JICT, Jadi pelayanan kita sudah normal meski terbatas," katanya.
Ia berharap, gerbang milik TPK Koja sudah bisa dibuka kembali setelah dibersihkannya penghalang di sekitar jalan masuk tersebut. Ia menambahkan, untuk mempercepat pelayanan kapal, pihaknya berencana menambah jumlah container crane yang beroperasi kepada JICT. Saat ini, seluruh container crane TPK Koja sebanyak 6 buah sudah beroperasi secara maksimal.
Sebelumnya, TPK Koja diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp 2 miliar akibat kerusuhan di sekitar Pelabuhan Koja Tanjung Priok. Kerugian-kerugian tersebut antara lain, suplai BBM yang tidak bisa diakses, lalu pengalihan arus barang lewat pintu lain di pelabuhan yang tidak diblokade massa.
Selain itu pelayanan barang impor untuk didistribusikan keluar pelabuhan juga terhambat, karena para petugas lapangan tidak berada di tempat.Β Selain itu, kerusuhan yang terjadi di Pelabuhan Koja berbuntut kepada penjarahan salah satu kantor (side office) Terminal Peti Kemas Koja. Barang-barang di dalam kantor tersebut habis dijarah massa.
Meski demikian, ia mengatakan, tidak ada satu pun kontainer yang dijarah oleh massa pada waktu malam hingga pagi hari tadi. "Semua kontainer aman, tidak ada kehilangan. Kita berterima kasih kepada para habib dan ulama yang ikut menjaga kontainer," katanya.
(ang/dnl)











































