Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR-RI, pemerintah awalnya pesimistis untuk menyepakati permintaan dewan yang ingin pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%.
"Mengenai pertumbuhan ekonomi, exercise sudah dilakukan sehingga muncul angka 5,7% dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal sudah menjelaskan penjabarannya Dan saya setuju dengan apa yang disampaikan tadi, pertumbuhan ekonomi yang dalam rencana APBN-P sebesar 5,5% menjadi 5,7 pada 2010 ini dan itu sudah tepat saya rasa," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis malam (15/4/2010).
Β
Sebelumnya, dalam rencana APBN-P pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 5,5 persen. Namun, Komisi XI mengajukan angka sebesar 6,2 persen karena jika menggunakan asumsi pemerintah masih belum maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pembahasan antara Komisi XI dengan BKF ada asumsi dimana pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% sudah sangat tepat. Apakah bisa disetujui?," ujar Emir ketika memimpin rapat kerja tersebut.
Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasi mengungkapkan simulasi yang disampaikan oleh BKF dimana untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,8% masih dibutuhkan kekurangan anggaran hingga Rp 15 triliun.
"Ada baiknya ini segera diambil keputusan, dan saya setuju 5,8% jika terlalu besar dan tidak tahu sumbernya bagaimana nanti? Karena dibutuhkan dana hingga Rp 15 triliun lagi," jelas Achsanul.
Anggota DPR Eva Kusuma Sundari mengusulkan dana yang dibutuhkan hingga Rp 15 triliun tersebut bisa didapatkan melalui penambahan penerimaan pajak.
"Saya mengusulkan sekarang sudah ada keputusan tapi dengan cacatan, jika memang 5,8% ini angka yang tepat maka bisa diperoleh melalui penerimaan pajak yang ditingkatkan," katanya.
Akhirnya tanggapan pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyepakati usulan Komisi XI yang mematok pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 bisa mencapai 5,8%.
"Kita akan bekerja keras, sebetulnya yang Rp 15 triliun itu tidak murni diperoleh juga dari pajak karena sangat sulit. Penerimaan pajak akan dibahas secara internal pemerintah dan dibicarakan sendiri melalui Panja Perpajakan di Komisi XI," kata Sri Mulyani.
Berikut asumsi makro APBN-P yang disepakati DPR bersama Pemerintah :
| Asumsi | Usulan RAPBNP-2010 | Keputusan DPR |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,5% | 5,8% |
| Inflasi | 5,7% | 5,3% |
| Suku bunga SBI 3 Bulan | 7,0% | 6,5% |
| Nilai Tukar Rupiah | 9.500/US$ | 9.300/US$ |
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroadmodjo mengatakan asumsi nilai tukar rupiah yang berada di level 9.300 per dollar AS sudah tepat.
"Hal ini sejalan juga dengan asumsi BI yang memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan stabil di kisaran 9.000-an per dollar AS selama tahun 2010," tutur Ardhayadi.
Ardhayadi juga mengatakan asumsi inflasi selama tahun 2010 juga masih dalam range bank sentral yang memproyeksikan inflasi akan berada di kisaran 5% plus minus 1%.
Berbeda ketika menentukan asumsi pertumbuhan ekonomi, dalam menyepakati nilai tukar rupiah dan inflasi serta asumsi suku bunga SBI 3 bulan Pemerintah dan Bank Indonesia tidak banyak berdebat dengan dewan.
"Jika inflasi bisa menyentuh angka 5,3% maka kalau lihat SBI 3 bulan sesuai dengan hitungan matematika maka bisa berada di posisi 6,5%. Jadi saya setuju asumsi-asumsi tersebut," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditempat yang sama.
(dru/qom)











































