Mendag: Eksportir Perlu Lakukan Efisiensi Sikapi Penguatan Rupiah

Mendag: Eksportir Perlu Lakukan Efisiensi Sikapi Penguatan Rupiah

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2010 13:04 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengharapkan para pelaku ekspor bisa melakukan efisiensi terhadap produknya, dalam rangka mengantisipasi penguatan rupiah terhadap dolar AS belakangan ini.

"Kalau ada hal-hal yang berubah di kurs mereka harus melakukan efisiensi di tempat lain, bagaimana mengurangi ekonomi biaya tinggi dan biaya-biaya lainnya," kataΒ  Mari saat ditemui di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (16/4/2010)

Ia menjelaskan yang idealnya kurs rupiah berada di posisi stabil agar bisa menopang sektor usaha di dalam negeri, namun posisi Indonesia yang menganut kurs mengambang atau berubah-rubah, penguatan ataupun perlemahan kurs bisa terjadi kapan pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari menambahkan pemerintah tetap optimis dengan pertumbuhan total nilai ekspor sebesar 13% (migas dan non migas) di mana sektor non migas setidaknya bisa tumbuh sebesar 8,5% pada tahun 2010 ini.

"Langkah-langkahnya meningkatkan daya saing, mengurangi ekonomi biaya tinggi, akses pasar, promosi, dan lain-lain," katanya.

Seperti diketahui dampak penguatan rupiah dikhawatirkan akan mengurangi daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional.

Beberapa pekan terakhir penguatan rupiah terhadap dollar AS terus berlangsung, meski pada hari ini nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.015 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.008 per dolar AS.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads