“Kalau likuidasi bisa dua-tiga kali lipat ketimbang disehatkan oleh negara. Memang tidak ada pilihan untuk likuidasi,” ujar Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Said menyatakan, saat ini pemerintah tengah mengevaluasi hasil restrukturisasi yang sudah dijalani perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, ada dua hal yang menghambat proses restrukturisasi tersebut, yaitu kurang dana yang dikucurkan pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan juga keterlambatan pesawat yang dipesan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kemarin kan mereka minta sekitar Rp 1 triliun, dikasih hanya Rp 300 miliar jadi pasti kurang. Yang kedua penyebabnya adalah terlambat datangnya pesawat,” ungkap dia.
Said menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji untuk menambah kucuran dana lagi untuk menyehatkan perusahaan penerbangan pelat merah itu.
“Jadi sebenarnya kita mau merestrukturisasi lebih keras lagi, baru dilihat lagi apakah kita perlu menyuntik lagi atau tidak?" tandasnya.
(epi/ang)










































