Dana Penyehatan Merpati Lebih Murah Ketimbang Likuidasi

Dana Penyehatan Merpati Lebih Murah Ketimbang Likuidasi

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2010 15:05 WIB
Dana Penyehatan Merpati Lebih Murah Ketimbang Likuidasi
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan tidak akan ada opsi likuidasi untuk menyelesaikan masalah PT Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya, dana yang dibutuhkan untuk melikuidasi perusahaan penerbangan pelat merah tersebut bisa tiga kali lipat dibandingkan dana penyehatannya.

“Kalau likuidasi bisa dua-tiga kali lipat ketimbang disehatkan oleh negara. Memang tidak ada pilihan untuk likuidasi,” ujar Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Said menyatakan, saat ini pemerintah tengah mengevaluasi hasil restrukturisasi yang  sudah dijalani perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, ada dua hal yang menghambat proses restrukturisasi tersebut,  yaitu kurang dana yang dikucurkan pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan juga keterlambatan pesawat yang dipesan perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, tahun lalu PPA telah mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk Merpati.  Selain untuk menambah modal kerja, dana tersebut digunakan untuk membayar pesangon karyawan yang dirumahkan.

“Kemarin kan mereka minta sekitar Rp 1 triliun, dikasih hanya Rp 300 miliar jadi pasti kurang. Yang kedua penyebabnya adalah terlambat datangnya pesawat,” ungkap dia.

Said menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji untuk menambah kucuran dana lagi untuk menyehatkan perusahaan penerbangan pelat merah itu.

“Jadi sebenarnya kita mau merestrukturisasi lebih keras lagi, baru dilihat lagi apakah kita perlu menyuntik lagi atau tidak?" tandasnya.

(epi/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads