Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/4/2010).
"Sekarangkan kita sudah impor 125.000 bph dari sana. Rencananya kami akan tambah 200.000 bph," ujar Karen.
Menurut Karen, kontrak pembelian tersebut bersifat jangka panjang dan akan digunakan untuk memasok kebutuhan minyak mentah di kilang Balongan dan Cilacap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/dnl)










































