Pada periode Januari-Maret 2010 ini, belanja iklan televisi mengalami kenaikan tertinggi yaitu sebesar 31% mencapai Rp 8 triliun atau mengubah tren yang berlaku dalam 2 tahun terakhir dimana koran mengalami kenaikan tertinggi.
Demikian hasil monitoring Nielsen Advertising Service, The Nielsen Company yang disampaikan Associate Director, Nielsen Media Indonesia, Ika Jatmikasari dalam konferensi persnya di Gedung Mayapada, Sudirman, Jakarta, Selasa (20/04/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, belanja iklan di koran walaupun lebih lambat dibandingkan kuartal I-2009 tetap mengalami kenaikan sebesar 19% dengan Rp 4,6 triliun. "Majalah dan tabloid mengalami kenaikan sebesar 10% mencapai Rp 403 miliar," kata Ika.
Ika juga menuturkan banyaknya perhatian masyarakat terhadap program berita di televisi mendorong pengiklan untuk menayangkan iklannya pada jam-jam tersebut. "Hal inilah yang mendorong naiknya belanja iklan di televisi pada kuartal ini," ungkapnya.
Setelah satu tahun terakhir, lanjut Ika kategori pemerintahan dan politik merajai belanja iklan di semua media, namun pada kuartal I-2010 ini kategori telekomunikasi menjadi yang pertama merajai belanja iklan.
"Telekomunikasi mengeluarkan sebesar Rp 1,3 triliun pada periode ini, atau meningkat 54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kategori pemerintahan dan politik tetap kedua terbesar dengan Rp 500 miliar walaupun menurun 48%," papar Ika.
Lebih lanjut Ika mengatakan, ke depan kategori telekomunikasi sepertinya akan kembali banyak beriklan setelah mengurangi kegiatan beriklannya pada setahun terakhir ini.
(dru/dnl)











































