"Menurut kami sangat tidak etis kalau kendaraan pribadi roda empat masih disubsidi," ujar pengurus harian YLKI Tulus Abadi saat dihubungi detikFinance, Rabu (21/4/2010).
Menurut dia, usulan ini bukanlah tanpa alasan. Pasalnya berdasarkan perhitungan yang dilakukan YLKI, jika rata-rata pemakaian BBM sekitar 10 liter per hari maka setiap kendaraan roda empat akan menikmati subsidi sebesar Rp 1 juta setiap bulannya. Padahal secara ekonomi, para pemilik kendaraan roda empat masuk dalam kategori golongan mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengusulkan agar subsidi BBM untuk kendaraan umum dialihkan ke dalam bentuk lain. Menurut Tulus, jika subsidi untuk mobil pribadi dihapus, sementara untuk kendaraan umum masih disubsidi, maka dikhawatirkan akan ada penyalahgunaan BBM subsidi yang dibeli pemilik kendaraan umum tersebut.
"Kami khawatir nanti mereka akan menjual lagi BBM bersubsidi yang dibelinya. Sebaiknya subsidinya dialihkan ke bentuk lain, misalnya dengan memberikan pembebasan pajak pembelian spare part mobil," tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menerapkan sistem distribusi BBM bersubsidi tertutup secara bertahap. Salah satu opsinya adalah melarang mobil di atas tahun 2000 menggunakan BBM bersubsidi. Rencananya, BBM bersubsidi nantinya hanya akan diberikan pada kendaraan umum. (epi/dnl)










































