Menurut dia, perdagangan bebas merupakan tantangan yang harus dilewati dan bisa menjadi peluang dalam manarik investasi ke Indonesia.
"Tantangan di regional adalah AFTA dan ACFTA, saya mengajak pelaku usaha dan industri, untuk menyikapi ACFTA dengan penuh percaya diri," kata SBY saat membuka pameran Inacraft ke-12 di JCC melalui teleconference dari Istana Tampak Siring, Bali, Rabu (21/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pemerintah terus berupaya memberikan keberpihakan pada industri dan sektor usaha di tanah air, dalam memprioritaskan daya saing industri nasional.
"Kita akan mempercepat pembentukan komite inovasi nasional dan komite ekonomi nasional," katanya.
SBY optimis dengan langkah-langkah strategis dan kebijakan pemerintah daya saing industri nasional bisa terus ditingkatkan. Selain itu, menjaga mutu barang sangat penting dan menerapkan standar produk termasuk bagi barang-barang impor.
Menurut SBY, saat ini pemerintah terus meningkatkan sistem pelayanan perizinan yang terbuka dan cepat, sehingga dapat menciptakan ekonomi yang lebih efisien dan menekan ekonomi biaya tinggi.
Ia menilai, pengembangan produk yang ramah lingkungan menurutnya sangat penting dalam rangka menembus pasar internasional dan menciptakan produk-produk yang menjaga aspek kesehatan.
"Pasar internasional akan memberikan penghargaan yang tinggi bagi produk yang tidak merusak lingkungan," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, SBY juga mengajak agar pelaku usaha dalam negeri agar sadar terhadap hasil karyanya (Haki) dengan mendaftarkan karya-karyanya melalui hak paten untuk melindingi karya-karya nasional.
Bahkan SBY pun mendesak agar kampanye cinta 100% produk Indonesia dalam rangka menjaga pasar dalam negeri terus digalakkan.
"Jangan sampai hasil karya bangsa kita di daftarkan oleh bangsa lain," tegasnya.
(hen/epi)











































