Industri Penerbangan Rugi US$ 1,7 Miliar

Dampak Abu Vulkanik

Industri Penerbangan Rugi US$ 1,7 Miliar

- detikFinance
Rabu, 21 Apr 2010 18:20 WIB
Industri Penerbangan Rugi US$ 1,7 Miliar
Berlin - Industri penerbangan mengalami kerugian hingga US$ 1,7 miliar akibat abu vulkanik dari letusan gunung berapi di Islandia yang menyebabkan terhentinya penerbangan. Kerugian itu baru berasal dari tidak terjualnya tiket.

Pimpinan International Air Transport Association (IATA) Giovanni Bisignani, kerugian itu cukup menghancurkan industri ini karena tahun lalu sudah cukup menderita akibat krisis.

"Untuk industri yang rugi US$ 9,4 miliar pada tahun lalu dan kemungkinan masih rugi US$ 2,8 miliar pada tahun 2010, krisis ini menghancurkan," ujar Bisignani, seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, krisis penerbangan di Eropa itu berdampak pada 29% industri penerbangan global, dan berdampak pada 1,2 juta penumpang. Skala krisis ini melebihi bencana 9/11 yang menyebabkan kawasan udara AS ditutup selama 3 hari.

Selama periode 17-19 April, ketika letusan mencapai puncaknya, kerugian pendapatan mencapai US$ 400 juta per hari. Ia menggarisbawahi, perkiraaan awal IATA untuk pendapatan sebesar US$ 200 juta per hari merupakan asumsi yang konservatif.

Selain kerugian dari pendapatan, meski maskapai berkurang biaya bahan bakarnya, namun mereka harus membayar akomodasi bagi penumpang yang tertahan seperti makanan dan transportasi lain.

"Kita telah melihat sebuah pekan tanpa pendapatan namun tidak menghentikan biaya," ujar Bisignani, yang merupakan pimpinan sebuah organisasi yang mewakili 230 maskapai di seluruh dunia itu.

Bisgignani mendesak pemerintah untuk mencoba mencari jalan guna memberikan kompensasi kepada maskapai akibat krisis yang tidak biasa ini. Sebagai perbandingan, pemerintah AS memberikan bantuan hingga US$ 5 miliar untuk kompensasi bagi maskapai yang harus berhenti beroperasi akibat tragedi 9/11.

"Saya menjadi orang pertama yang mengatakan indistri ini tidak ingin atau membutuhkan bailout. Namun krisis ini bukan hasil kami menjalankan bisnis dengan buruk. Industri penerbangan tidak dapat melakukan bisnis dengan normal. Pemerintah harus membantu maskapai memulihkan biaya akibat gangguan ini," pungkasnya.

Jalur penerbangan Eropa telah mulai dibuka kembali setelah hampir sepekan terhenti akibat debu dari abu vulkanik gunung berapi di Islandia. Pesawat-pesawat bertujuan Eropa pun mulai diberangkatkan dari bandara-bandara di seluruh Asia hari ini.

Pesawat-pesawat milik maskapai penerbangan Australia, Qantas dan Singapore Airlines, maskapai Singapura hari ini akan bertolak dari Australia dan Selandia Baru sesuai jadwal.

Maskapai China, Air China mengumumkan bahwa semua penerbangan ke Eropa juga akan dibuka kembali hari ini. Satu-satunya penerbangan langsung dari Manila (Filipina) ke Eropa, KLM, juga diberangkatkan sesuai jadwal. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads