"Di tahun 2015 kami tidak akan impor BBM lagi karena sudah semua sudah dihasilkan di kilang-kilang dalam negeri," ungkap Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Karen menyatakan, perseroan saat ini memang tengah gencar meningkatkan kapasitas produksi BBM di kilang-kilang miliknya, Dari total kapasitas yang ada pada saat ini sekitar 1.031.000 barel per hari (bph), rencananya akan meningkat menjadi 1.500.000 bph pada 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina menargetkan produksi migas pada tahun 2015 sudah mencapai 1 juta boepd (barel oil ekuivalent per day). Sebanyak 677.000 boepd akan berasal dari lapangan yang dikelola anak usahanya yaitu Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi dan juga Cepu.
"Sisanya sebesar 333.000 boepd akan didapatkan dari akusisi perusahaan maupun share dr upstream (hulu)," katanya.
Sementara di sisi hilir, BUMN Migas itu menargetkan akan memiliki 25 persen dari seluruh SPBU yang ada pada saat itu.
"Seluruh rencana ini akan kami sampaikan dalam RUPS pada 6 Mei mendatang," kata dia.
(epi/qom)











































