APBN Bisa Tekor Kalau Produksi Minyak Meleset

APBN Bisa Tekor Kalau Produksi Minyak Meleset

- detikFinance
Kamis, 22 Apr 2010 14:34 WIB
Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengakui, penurunan produksi atau lifting minyak yang disampaikan BP Migas dari target awal 965 ribu barel per hari (bph) menjadi 917 ribu bph berpotensi membuat bolong APBN di tahun ini.

Anggito menyatakan, kemungkinan besar penerimaan negara dari sektor migas akan mengalami banyak penurunan, dan ujung-ujungnya akan makin memperlebar defisit anggaran. Sayangnya dia belum mau menyebutkan besaran defisit yang disebabkan penurunan target lifting tersebut.

"Pokoknya kalau turun itu (lifting), itu tambah defisit negara, begitu saja. Ya, pokoknya tekorlah," ungkapnya di sela Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Anggito masih merahasiakan besaran potensi kerugian dengan penurunan lifting di angka 917 ribu bph tersebut.

Sebelumnya, BP Migas menyatakan pihaknya beru bisa memastikan target lifting di tahun ini hanya sebesar 917 ribu bph, dengan alasan 90% sumur yang ada sudah tua dan mengalami penurunan sebesar 20%. Padahal target pemerintah di tahun ini adalah 965 ribu bph.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads