Anggito menyatakan, kemungkinan besar penerimaan negara dari sektor migas akan mengalami banyak penurunan, dan ujung-ujungnya akan makin memperlebar defisit anggaran. Sayangnya dia belum mau menyebutkan besaran defisit yang disebabkan penurunan target lifting tersebut.
"Pokoknya kalau turun itu (lifting), itu tambah defisit negara, begitu saja. Ya, pokoknya tekorlah," ungkapnya di sela Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BP Migas menyatakan pihaknya beru bisa memastikan target lifting di tahun ini hanya sebesar 917 ribu bph, dengan alasan 90% sumur yang ada sudah tua dan mengalami penurunan sebesar 20%. Padahal target pemerintah di tahun ini adalah 965 ribu bph.
(nia/dnl)










































