Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari mengungkapkan sebuah contoh investasi yang harus terkatung-katong karena ketidakpastian gas dan listrik.
Ansari menyatakan, rencana investasi pembangunan pabrik benang harus terkatung-katung sampai 5 tahun gara-gara tak ada jaminan pasokan gas dan listrik di wilayah Tangerang, Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, kata Ansari, investor pabrik benang tersebut belum mendapat kepastian pasokan gas dan listrik. Pasalnya, berdasarkan kesepakatan dengan PGN untuk wilayah barat Jawa, bahwa pelanggan lama akan mendapatkan prioritas mendapatkan suplai gas dari pada pelanggan baru (investor baru) .
"Kalau soal listrik dan gas itu bisa dipenuhi, target pertumbuhan industri yang 5% itu bisa tercapai," katanya.
Ditempat yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan masalah pasokan gas sudah disepakati oleh pemerintah bahwa akan diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi.
"Di Tampak Siring ada rumusan listrik dan gas, untuk gas soal pemenuhan kebutuhan pasokan gas di dalam negeri untuk mendukung pertumbuah ekonomi," tegas Hidayat.
(hen/qom)










































