Pabrik Benang Terkatung-katung 5 Tahun Gara-gara Gas dan Listrik

Pabrik Benang Terkatung-katung 5 Tahun Gara-gara Gas dan Listrik

- detikFinance
Kamis, 22 Apr 2010 15:12 WIB
Pabrik Benang Terkatung-katung 5 Tahun Gara-gara Gas dan Listrik
Jakarta - Tersendatnya pasokan gas dan listrik di Indonesia membuat banyak rencana investasi di sektor manufaktur tertunda dan terkatung-katung tak ada kepastian.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari mengungkapkan sebuah contoh investasi yang harus terkatung-katong karena ketidakpastian gas dan listrik.

Ansari menyatakan, rencana investasi pembangunan pabrik benang harus terkatung-katung sampai 5 tahun gara-gara tak ada jaminan pasokan gas dan listrik di wilayah Tangerang, Banten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada permintaan dari Tangerang, perusahaan  benang. Permasalahannya nggak ada listrik dan gas, dua-duanya nggak ada. Kemarin suratnya saya terima, jadi mereka nunggu terus, katanya sudah nunggu 5 tahun," ucap Ansari di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/4/2010).

Sampai saat ini, kata Ansari, investor pabrik benang tersebut belum mendapat kepastian pasokan gas dan listrik. Pasalnya, berdasarkan kesepakatan dengan PGN untuk wilayah barat Jawa, bahwa pelanggan lama akan mendapatkan prioritas mendapatkan suplai gas dari pada pelanggan baru (investor baru) .

"Kalau soal listrik dan gas itu  bisa dipenuhi, target pertumbuhan industri  yang 5% itu bisa tercapai," katanya.

Ditempat yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan masalah pasokan gas sudah disepakati oleh pemerintah bahwa akan diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi.

"Di Tampak Siring ada rumusan listrik dan gas, untuk gas soal pemenuhan kebutuhan pasokan gas di dalam negeri untuk mendukung pertumbuah  ekonomi," tegas Hidayat.

(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads