"Jadi tidak perlu ada di pikiran kalau listrik di Jawa Bali ini tidak cukup," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Setelah dua pulau itu bebas padam, PLN menargetkan seluruh pulau Kalimantan akan bebas pada padam pada 30 Mei 2010 dan akan disusul pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua pada 30 Juni 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya krisis listrik pada tahun 2012 dan 2013, khusus untuk memperkuat pasokan listrik Pulau Sumatera, maka akan dibangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang oleh kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
Pasokan listrik juga akan berasal dari PLTP Sarula dan juga PLTA Asahan III. Begitupun dengan Kalimantan,Β krisis listrik di daerah tersebut akan diatasi dengan dibangunnya PLTU mulut tambang oleh IPP.
"Kalau yang diΒ Sumatera Utara, IPPΒ mulut tambang sudah kita buka tendernya pada awal maret Sementara untuk Kalimantan, tendernya akan kita lakukan pada akhir bulan ini dan awal bulan depan," ungkapnya.
Sementara untuk Pulau Sulawesi akan diatasi dengan membangun sejumlah PLTA, PLTU, dan PLTG. Sedangkan khusus untuk pulau lainnya seperti Maluku, NTB, NTT, dan Papua, Dahlan mengaku, saatnya ini pihaknya masih belum bisa memaparkan strategi apa yang akan diterapkannya.
"Kami minta maaf karena perencanaan baru bisa dilakukan pada bulan Mei. Namun pada bulan Juni, perencanaan itu akan kita selesaikan semua," ungkapnya.
Mengenai proyek 10.000 Megawatt (MW0 tahap I, rencananya pada tahun ini akan selesai sekitar 3.200 MW yaitu PLTU Rrembang, Indramayu, Suralaya 8, dan paiton.Β Sementara pada tahun 2009, baru PLTU Labuan dengan kapasitas 300 MW saja yang sudah beroperasi.
"Sisanya 6.500 akan selesai pada tahun 2011 sampai 2015," tandasnya.
(epi/dnl)











































