Hal itu disampaikan Atase Perdagangan KBRI Roma melalui Konselor Pensosbud dan Diplomasi Publik Musurifun Lajawa kepada detikfinance seusai pameran Salone del Mobile di Milan, Rabu malam atau Kamis (22/4/2010) WIB.
Perkiraan pertumbuhan berdasarkan data Lembaga Pusat Studi Industri (CSIL) Milan akan mencapai 5% senilai USD98 miliar di 2011, sementara pertumbuhan tahun 2010 ini sebesar 2% senilai USD94 miliar. Saat ini terdapat optimisme di kalangan pengamat dan pemain pasar bahwa prospek perdagangan furnitur dunia akan terus membaik di 2011 dan selanjutnya meningkat lagi di 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan, bahwa industri furnitur Indonesia sudah saatnya untuk memanfaatkan momentum perbaikan perdagangan industri furnitur dunia tersebut dengan memilih lokasi promosi dan mitra yang tepat.
Terkait hal itu Indonesia akan memperbesar paviliun pameran di pameran Salone del Mobile 2011 menjadi 220 meter persegi dari 90 meter persegi tahun 2010 ini.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, paviliun Indonesia akan dibagi menjadi dua, yaitu anjungan klasik dan moderen. Namun peluang dan potensi pemasaran furnitur di Eropa perlu juga difokuskan pada aspek-aspek industri terkait dengan pembangunan dan renovasi perumahan.
Kualitas
Atase Perdagangan Frank Kandou mengatakan bahwa salah satu keunggulan produk Indonesia adalah kualitasnya tinggi dengan harga kompetitif.
Ditambahkan bahwa Indonesia bersama Cina dan Vietnam saat ini merupakan tiga dari negara-negara berkembang pemasok 42% total produksi furnitur dunia.
Sementara menurut data pasar CSIL, negara-negara maju seperti AS, Italia, Jerman, Jepang, Perancis, Kanada dan Inggris diperkirakan menguasai sisanya yakni sebesar 58%.
“Produksi dan pertumbuhan akses pasar bagi Indonesia akan meningkat seiring dengan peningkatan investasi baru, khususnya terkait dengan desain dan pengembangan ekspor,” demikian Frank.
(es/es)











































