400 IKM Tanah Abang Beralih Jadi Pedagang Tekstil

400 IKM Tanah Abang Beralih Jadi Pedagang Tekstil

- detikFinance
Kamis, 22 Apr 2010 17:08 WIB
Jakarta - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat sepanjang tahun 2010 ini, kurang lebih 400 industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Abang yang biasa memproduksi pakaian jadi (garmen) beralih hanya menjadi pedagang. Murahnya garmen dan tekstil dari China sebagai imbas AC-FTA menjadi faktor pendorong utama peralihan ini.
 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Pedagang Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Heris saat ditemui di sela-sela acara Munas Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Kamis (22/4/2010).
 
"Yang sudah tutup 400 usaha kecil dan menengah rata karyawannya 20-200 orang. Mereka ini pedagang di Tanah Abang yang punya usaha kecil, sekarang lebih cenderung hanya dagang pakaian jadi," keluhnya.
 
Menurutnya masalah ini tidak dapat dihindari, pasalnya para IKM garmen lokal terpaksa beralih jadi pedagang karena bunga bank yang tinggi untuk memutar bisnis produksi garmen, sedangkan jadi pedagang justru lebih mudah dan menguntungkan.
 
"Sampai tahun 2015 diperkirakan IKM di Tanah Abang tutup sampai 80%. Yang sekarang tutup untuk IKM yang produksi pakaian ABG, anak-anak, seprei sudah tutup 40%," jelas Heris yang juga pelaku usaha di Tanah Abang dan Mangga Dua.
 
Omset Pedagang Tanah Abang Terpangkas 30%
 
Heris menambahkan saat ini para pedagang garmen dan tekstil di Tanah Abang selama 3 bulan terakhir mengalami penurunan omset penjualan hingga 30%. Hal ini terjadi karena pedagang pembeli dari daerah seperti Sumatera dan Kalimantan lebih memilih membeli barang-barang ilegal berasal dari selundupan dari Singapura dan Malaysia.
 
"Kecenderungan orang dari Sumatera dan Kalimantan tidak lagi beli ke Jakarta, tapi beli dari Singapura. Ada importir yang memasukan barang ilegal masuk ke Riau Kepulauan.Yang Kalimantan mereka tidak belanja ke Tanah Abang tapi belanja dari Malaysia," jelasnya.
 
Ia menjelaskan kurang lebih empat bulan lalu rata-rata omset pedagang di seluruh Tanah Abang mencapai kurang lebih Rp 300 miliar per hari. Dengan adanya tren peralihan pembelian ini telah memukul telak para pedagang tekstil dan garmen di sentra tekstil terbesar di Indonesia tersebut.
 
"Di Tanah Abang sampai sekarang omset yang tergerus 30% untuk pakaian jadi, tekstil 45%, ini selama 3 bulan terakhir," imbuhnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads