Demikian disampaikan Direktur Operasi Jasa Marga Adityawarman, dalam pertemuan bersama media di Hotel Santika, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (23/4/2010) malam.
"Juli atau September section I Semarang-Solo sudah beroperasi. Menghubungkan Jati Ngaleh-Ungaran," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perseroan masih memiliki ruas tol Bogor Ring Road dengan panjang 11 km, Gempol-Pasuruan 32 km, JORR W2 (Ulujami-Kebun Jeruk) 8 km, JORR II Cengkareng-Kunciran 15 km, JORR II Kunciran-Serpong 11 km dan Surabaya-Mojokerto 37 km.
Untuk ruas tol Jakarta-Cikampek sendiri, perseroan saat ini sedang mengerjakan penambahan lajur dari 2x3 menjadi 2x4 lajur. Seluruhnya sedang dalam tahap konstruksi yang membentang di km 24+200- km 37+900. Sedangkan untuk penambahan lajur di ruas tol Jagorawi, baru akan dilakukan lelang pada triwulan IV-2010.
"Kami kejar penambahan jalur dan mudah-mudahan sebelum lebaran tahun ini sudah selesai," katanya.
Ia menambahkan, perseroan juga akan memindah gerbang tol Pondok Gede Timur pada ruas Cikampek ke pintu tol Cikarang dalam beberapa bulan mendatang. Pemindahan dilakukan untuk memudahkan pembayaran tol, dari Jakarta menuju Bandung, karena seluruhnya akan menggunakan kartu berbasis chip.
"Pondok Gede Timur akan dipindah ke km 29+200, Cikarang. Saat ini sudah bebaskan lahan 5,2 ha dari 6 ha yang dibutuhkan. Ini sangat strategis buat Jasa Marga. Dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa karena jika ini beroperasi maka kartu tandan masuk pake elektronik. Tidak lagi pakai sistem warna," ucapnya.
Dengan dipindahan gerbang pembayaran ini, dipastikan untuk gerbangΒ Padalarang Barat akan dibongkar. "Padalarang Barat itu kan sementara. Nanti langsung otomatis, seperti yang di Padalarang," tuturnya.
(wep/ang)











































