Menurut Direktur Operasi JSMR, Adityawarman, potensi untuk mengembangkan kawasan di sepanjang Cikampek sangat mungkin terjadi. Pasalnya, wilayah ini sudah sangat ramai hingga potensi terbesar adalah mengembangkan kawasan tinggal.
"Kawasan ini sudah berkembang. Kami sudah bicara dengan PP (PTPP) juga untuk membangun semacam real estate, properti. Kita tidak berpengalaman. Jadi kita mitra dengan PP," jelasnya saat ditemui usai Media Gathering di Hotel Santika, Cirebon, Jawa Barat Jumat (23/4/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan bangun kombinasi mal dan kawasan hunian, seperi BSD. Dulu saja mereka mulai dengan 30-40 ribu ha dan berkembang sampai seperti sekarang. Namun butuh waktu. 6-7 tahun," Kata Adityawarman.
JSMR pun telah menyiapkan dana Rp 200 miliar untuk pengembangan anak usaha bidang non jalan tol. Salah satu usaha yang dinilai bisa memberi kontribusi,Β signifkan kepada perseroan adalah sektor properti.
"Kita mau mengembangkan kawasan di sepanjang jalan tol yang kita punya dan yang kita bangun. Bisa perumahan, bisa perkantoran," ucap Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito waktu itu.
Perseroan masih melakukan kajian mengenai rencana tersebut, mulai dari perhitungan biaya serta lokasi yang cocok untuk pengembangan usaha kawasan tersebut.
Frans mengatakan, selama ini usaha non jalan tol ini masih memberi kontribusi yang sangat kecil kepada pendapatan perseroan, hanya 5 persen dari total pendapatan per tahun. Namun, perseroan sudah bertekad untuk menambah porsi kontribusi usaha lainnya tersebut.
JSMR Siap Operasikan Gardu Tol Miring di Cimanggis
Adityawarman juga menjanjikan bahwa gerbang tol Cimanggis, dengan desain miring, mulai akan beroperasi April 2010. Total gerbang tol sebanyak 18 pintu, ditambah 5 pintu konvensional untuk mengakomodir kendaraan besar.
"April akan operasi, agar lebih efektif karena dengan lahan terbatas gerbang tol lebih banyak. Ini sekaligus memindahkan gerbang tol yang ada di Taman Mini ke Cimanggis," paparnya.
Menurutnya, konsep ini awalnya akan dibangun di Taman Mini. Namun mengingat terbatasnya lahan, maka niat ini pun urung dilakukan.
"Kita tadinya mau bongkar Kantor Pusat, juga kantor Cabang (Jagorawi). Tapi setelah dilakukan studi lagi, kita pindahkan," imbuhnya.
(wep/ang)











































