Menurut Pengamat perminyakan, Kurtubi, turunnya target produksi dan lifting minyak dari 965.000 barel per hari ke 955.000 bph dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010 yang diusulkan pemerintah dan BP Migas, menunjukkan BP Migas tidak mau kerja keras agar target produksi tetap dipatok di level semula.
"Ini mencerminkan kalau BP Migas tidak mau kerja keras. Maunya enak-enakan saja. Padahal dalam fit and profer test Kepala BP Migas pada 2008 lalu, Pak Priyono menjanjikan produksi minyak akan naik 1 juta barel per hari. Tapi sekarang setelah menjadi Kepala BP migas, jangankan 1 juta bph, target 965.000 bph saja diturunkan," kata Kurtubi saat dihubungi detikFinance, Minggu (25/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini dioptimalkan maka 965.000 bph itu mudah dicapai,"ungkapnya.
Selain mendesak agar Kepala BP migas mundur dari jabatannya, Kurtubi juga mendorong agar Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) segera dibubarkan. Pasalnya, tim yang berdiri sejak 22 Januari 2010 ini, terbukti tidak dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan produksi migas di tanah air.
"Lebih baik TP3M itu dibubarkan saja. Sudah dibayar negara tapi mana hasilnya?" tandasnya.
Seperti diketahui, rapat pembahasan mengenai PNBP Sektor Migas dan Minerba, Asumsi Makro (lifting minyak bumi dan harga minyak mentah Indonesia (ICP)) untuk RAPBN-P Tahun Anggaran 2010, pada Kamis malam (22/4/2010) lalu memang berlangsung alot.
Pemerintah dan DPR masih tarik menarik soal target produksi dan lifting minyak ini, karena sebelumnya Kepala BP Migas R Priyono menyatakan pihaknya hanya optimis target produksi minyak hanya bisa mencapai 917.000 bph dan menetapkan 965.000 bph sebagai target pesimis BP Migas.
Pernyataan dari Kepala BP Migas tersebut, membuat Komisi VII DPR meminta kepada pemerintah untuk menetapkan target lifting yang lebih realistis.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB itu pun masih belum mendapatkan hasil karena Komisi VII DPR belum menyetujui usulan baru dari pemerintah dan BP Migas yang sepakat mematok target lifting di level 955.000 bph. Rencananya rapat akan dilanjutkan pada Senin besok (26/4/2010). (epi/dru)










































