Menurut Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, dengan menggunakan asumsi kurs Rp 9.200/US$ dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010, maka alpha BBM bersubsidi diusulkan untuk dipatok di level Rp 556 per liter.
"Namun kami sudah diminta untuk meraih laba bersih tahun ini Rp 25 triliun. Berdasarkan perhitungan kami, laba bersih itu dapat dicapai kalau kami mendapatkan margin Rp 100 per liter. Untuk itu, kami usulkan alphanya sebesar Rp 656 per liter," kata Karen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini sudah pernah kami sampaikan di RDP sebelumnya, agar nilai alpha ditinjau setiap 3 bulan karena terkait kurs dan ICP," kata dia.
(epi/dnl)










































