"Saya laporkan ke Bapak Presiden terdapat 12 proyek panas bumi yang ditandatangani hari ini dengan investasi US$ 5 miliar," kata Hatta dalam acara World Geothermal Congress di Nusa Dua, Bali, Senin (26/4/2010).
Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan adanya investasi baru sebesar US$ 5 miliar merupakan sinyal positif bagi investasi di Indonesia. Ia menargetkan untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan panas bumi di Indonesia masih memerlukan investasi baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan total investasi untuk panas bumi mencapai US$ 8,6 miliar yang akan memproduksi 2.885 MW, yang akan menutup kekurangan pasokan listrik.
Sehingga diharapkan dari jumlah itu akan menekan emisi gas buang 17,3 juta ton karbondioksida setiap tahunnya, yaitu berkontribusi menjaga stabilitas iklim.
Beberapa proyek panas bumi itu antaralain yaitu PLTP Lahendong Unit 4 (1x20 MW) dan PLTP Kotamobagu (4x20 MW) di Sulawesi Utara, PLTP Hululais (2x55 MW) di Bengkulu, PLTP Sungai Penuh (2x55 MW) di Jambi, dan lain-lain.
Acara WGC berlangsung di Westin Nusa Dua Bali mulai dari 26-30 April 2010. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 85 negara, selama 5 hari akan dilakukan acara forum diskusi dengan 1.032 makalah melalui ratusan presentasi.
(hen/dnl)











































