Menurut Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Hakim naiknya permintaan harga baja juga terjadi di beberapa negara sehingga ikut mendasari naiknya harga baja.
"Penjualan kita naik 52 persen, di negara lain juga kenaikannya mirip. Ini juga yang ikut mendasari kenaikan harga baja, karena demand sudah ada jadi tidak perlu kasih diskon lagi," ujarnya di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (26/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hingga akhir tahun 2010, permintaan baja nasional akan mencapai 8 juta ton. Pasar masih akan menyerap baja hasil produsen baja nasional karena memang tidak memiliki pilihan lain.
"Pasar tidak punya pilihan dengan kenaikan harga tersebut. Kalau mau coba impor, ya harganya tetap tidak jauh berbeda. Sebaiknya dari sekarang melakukan penghitungan kembali nilai proyek yang membutuhkan baja," ujarnya.
Sementara permintaan baja dunia diperkirakan akan naik sebanyak 12 persen tahun ini. Hingga tahun 2009 lalu, permintaan baja inetrnasional mencapai 1,3 miliar ton.
Ia mengatakan, China masih menjadi produsen baja terbesar di dunia dengan menyumbang 620 juta ton baja di tahun 2009 lalu. Sementara krakatau Steel berniat memproduksi baja sebanyak 2,4 juta ton tahun 2010 ini.
"Kenaikannya sekitar 12-13 persen tahun ini, in line (sejalan) dengan kenaikan produksi baja dunia," ujarnya.
(ang/dnl)











































