Bulog Targetkan Kelola 6 Komoditas Hingga 2014

Bulog Targetkan Kelola 6 Komoditas Hingga 2014

- detikFinance
Selasa, 27 Apr 2010 16:31 WIB
Jakarta - Perum Bulog menargetkan akan mengelola sebanyak 6 komoditi utama dalam rangka stabilitas pangan nasional hingga tahun 2014.

Saat ini Bulog masih fokus pada penugasan pemerintah untuk beras dan gula (kerjasama distribusi gula PTPN), sementara empat komoditas lainnya yaitu kedelai, jagung, minyak goreng dan daging tengah disiapkan oleh Bulog.

Berdasarkan rencana bisnis perusahaan  untuk komoditi kedelai, jagung, minyak goreng, dan daging sedang dipersiapkan, meski untuk tahun 2010 tidak seluruhnya bisa dilaksanakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam rencana jangka panjang perusahaan sampai 2014, keenam komoditi tersebut diharapkan sudah mampu dikelola," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso dalam acara rapat dengar pendapat (RDP) di komisi VI DPR-RI, Selasa (27/4/2010).

Sutarto menjelaskan sebagai perusahaan negara, Bulog siap menerima penugasan pemerintah diluar komoditas pangan selain beras.

Ia menjelaskan untuk komoditas daging sapi, selama ini harga daging sapi selalu mengalami kenaikan permintaan hingga 20% pada saat hari keagamaan setiap tahunnya. Hal ini yang membuat kenaikan harga daging maupun sapi potong, fenomena ini selalu terulang setiap tahun.

Salah satu cara strategi yang disiapkan adalah menyiapkan populasi sapi potong  dengan cara  mengimpor sapi bakalan (bibit) usia 1,5 tahun dengan pola penggemukan selama 3-5 bulan. Langkah perlu ini dilakukan sebab pemenuhan sapi potong dalam negeri masih terbatas.

Sutarto mengatakan langkah ini bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama kemitraan dengan  perusahaan peternakan besar yang memiliki kegiatan impor sapi bakalan. Berdasarkan perhitungan jika sapi bakalan usia 1,5 tahun dengan bobot 200 kg, maka akan ada nilai tambah berat badan sapi potong  sebesar 0,8-1,2 kg per hari.

"Hasil penjualan sapi yang telah digemukan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat, sehingga dapat menstabilkan harga daging," jelasnya.

Untuk komoditi kedelai, Bulog berencana akan mengimpor kedelai pada tahun ini yang akan bekerjasama dengan KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) sehingga diharapkan mencapai tepat sasaran ke perajin tempe dan tahu. Selama ini dari kebutuhan kedelai yang mencapai 2,1 juta ton per tahun di dalam negeri sebanyak dipenuhi 60% melalui impor.

"Kerjasama ini akan diikat dengan suatu nota kesepahaman antara Bulog, Kopti dan perbankan yang klausulnya bisa memuat pelarangan atau pembatasan distribusi kedelai ke sentra-sentra penghasil kedelai dalam negeri, sehingga tak mempengaruhi harga kedelai," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads